Sunan Giri (Raden Paku)
Penyebar Islam Indonesia Timur
Tahun: 1442-1506 M
Lokasi: Giri, Gresik
Putra Maulana Ishaq dan Dewi Sekardadu. Saat bayi ia dihanyutkan di laut karena fitnah. Ditemukan Nyi Ageng Pinatih di sela-sela karang. Bayi itu tersenyum. Nyi Ageng berkata: "Kau seperti samudra yang tenang. Kuberi nama Jaka Samudra." Kelak ia menjadi Sunan Giri.
Walisongo
Ibu Jawa, lahir di Blambangan
Sunan Bonang (Raden Makdum Ibrahim)
Seniman Dakwah
Tahun: 1465-1525 M
Lokasi: Bonang, Tuban
Putra Sunan Ampel. Ia menciptakan gamelan "Bonang" yang berbunyi merdu. Saat memainkan bonang di tengah hutan, binatang-binatang berkumpul mendengarkan. Seorang pemburu yang melihat kejadian itu terkesima dan masuk Islam. "Musik adalah bahasa universal," katanya.
Walisongo
Pencipta Tombo Ati
Sunan Drajat (Raden Qasim)
Dakwah Sosial
Tahun: 1470-1522 M
Lokasi: Drajat, Lamongan
Putra Sunan Ampel. Ia dikenal dengan ajarannya: "Mènèhana teken marang wong kang wuta" (berilah tongkat kepada orang buta). Ia tidak pernah tidur di rumah mewah, ia tidur di gubuk bersama fakir miskin.
Walisongo
Fokus pemberdayaan ekonomi
Sunan Gunung Jati (Syarif Hidayatullah)
Penyebar Islam Jawa Barat
Tahun: 1448-1568 M
Lokasi: Cirebon
Ibu Jawa, lahir di Jawa. Ia hidup hingga 120 tahun dan menyaksikan 3 abad. Saat berusia 100 tahun, ia masih memimpin pasukan membebaskan Sunda Kelapa dari Portugis. Rahasia panjang umurnya: "Aku tidak pernah menyimpan dendam lebih dari sehari."
Walisongo
Ibu Jawa